Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Oktober 2014

Harus Pakai Sunblock atau Sunscreen?

Jika selama ini Anda menyiasati sinar matahari hanya dengan memakai sunscreen, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut. Perlindungan total kulit ketika terkena paparan sinar matahari mestinya lebih dari sekadar pemakaian krim anti sinar UV. Selain itu, Anda bukan memerlukan sunscreen, melainkan sunblock. Apa bedanya?

Amy Chalmers, juru bicara USANA Health Sciences dan pendiri Natural Skin Solutions, membeberkan bahwa perlindungan total kulit mestilah meliputi banyak hal. Anda bukan sekadar mengoles krim tabir surya (sunscreen). Kulit yang sehat bukan hanya terlindungi dari luar, tetapi juga dari dalam. Setidaknya upaya maksimal itu bisa mengurangi resiko kulit rusak dan membuatnya terawat sampai kemudian hari.

Meskipun sinar matahari yang tidak baik untuk kulit memang tidak dapat dihindari, tapi mengetahui cara untuk melindunginya adalah solusi yang terbaik. Empat langkah berikut patut Anda terapkan ketika harus melindungi kulit terkena sinar matahari secara langsung.

Sunblock vs sunscreen. Sunscreen mengandung bahan kimia yang mampu menangkis sinar UV A dan UV B, tapi ada sebagian sinar matahari yang tetap terserap oleh tubuh. Bahan kimia yang terkandung dalam sunscreen juga masih berpotensi merusak lapisan teratas kulit.

Sementara sunblock mengandung mineral, antioksidan, dan moisturizer. Keunggulan sunblock adalah kandungan zinc atau zat besi sebagai perlindungan kulit dari sinar matahari, dengan cara memblok sinar matahari ibarat cermin sehingga kulit terlindungi. Sederhananya, formula zinc sangat efektif untuk melindungi kulit.

Perlindungan dari dalam. Konsumsi vitamin yang baik untuk kulit penting agar kulit benar-benar terjaga. Tidak hanya vitamin A dan D, tapi juga vitamin C dan E. Anda bisa mendapatkan vitamin ini dari konsumsi buah dan sayuran. Cobalah variasikan konsumsi sayur dan buah dari berbagai warna. Ini menjadi vitamin yang baik untuk menjaga kulit dari dalam.

Langkah ketiga, tidak ada salahnya memakai topi sebagai pelindungan. Selama ini mungkin Anda agak merasa janggal ketika mengenakan topi. Tetapi, memakai topi adalah salah satu cara paling mudah untuk menghalangi paparan sinar matahari ke kulit wajah dan kulit kepala.

Terakhir, berkonsultasilah dengan ahli kulit tentang cara agar kulit tetap terlindungi. Kenali jenis kulit dan produk perawatan yang cocok. Karena, salah memakai produk menjadi salah satu penyebab kulit menjadi cepat rusak. Anda mau kulit tetap kencang, awet muda dan bebas keriput bukan? Maka ada baiknya Anda menerapkan empat langkah utama untuk perlindungan kulit ini. 

Jumat, 10 Oktober 2014

Ciri-Ciri Krim Pemutih Wajah Berbahaya

Wanita selalu ingin tampil cantik, apalagi dengan kulit yang putih, makin sempurnalah kecantikan seorang wanita. Sayang disayang, keinginan untuk tampil cantik justru sering membahayakan kesehatan. Salah penyebabnya, kandungan merkuri dalam krim pemutih wajah. Padahal merkuri tidak boleh diaplikasikan pada manusia. Tetapi produsen nakal secara diam-diam memproduksi ribuan bahkan jutaan jar krim pemutih berbahaya di Indonesia.

Dalam artikel Bahaya Krim Pemutih Yang Mengandung Merkuri, sudah kami jabarkan apa saja bahaya pemakaian merkuri, mulai dari kerusakan permanen lapisan kulit, kerusakan sistem saraf, gagal ginjal, kerusakan otak hingga berbagai kanker. Karena itu, pastikan Anda mengenali ciri-kiri kosmetik berbahaya yang mengandung merkuri. Inilah di antaranya:

Tidak Ada Izin BPOM atau Lembaga Kesehatan

Krim-krim pemutih berbahaya sudah pasti tidak masuk dalam daftar BPOM Indonesia. Hati-hati jika ada krim yang mencantumkan nomor registrasi atau apapun, cek kebenarannya di Situs Resmi BPOM.

Warna Krim Mengkilap

Warna dalam krim abal-abal yang biasanya dimasukkan dalam wadah jar memiliki warna yang menyolok. Seringkali pewarna yang digunakan adalah pewarna berbahaya. Curigai krim yang berwarna kuning atau putih mengkilap seperti mutiara.

Tidak Tercampur Rata dan Lengket

Krim pemutih abal-abal biasanya lengket karena dicampur dengan bedak. Selain itu, krim terasa kasar saat dipakai. Beberapa krim pemutih berbahaya kadang terpisah, ada bagian yang berminyak atau padat dalam satu kemasan.

Bau Menyengat

Cium aroma krim Anda, jika Anda mencium aroma logam, sebaiknya buang. Produsen biasanya menyamarkan aroma ini dengan memberi parfum yang aromanya tajam.

Panas dan Perih Saat Dipakai

Kosmetik seringkali menimbulkan reaksi setelah dipakai. Pada kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, kulit akan terasa panas, perih, memerah atau gatal. Penjual biasanya berkilah itu adalah reaksi biasa, tetapi ini adalah bukti bahwa kosmetik tersebut mengandung bahan keras yang tidak cocok untuk kulit.

Kulit Merah Saat Kena Matahari

Kulit memiliki perlindungan alami, sehingga dia tidak akan merah meskipun Anda berdiri di bawah matahari yang terik. Tetapi bila kulit mulai memerah jika terkena matahari, maka kemungkinan ada lapisan kulit telah rusak.

Kulit Putih Pucat dan Tidak Alami

Krim pemutih yang aman akan memberikan hasil putih cerah atau putih normal seperti kulit Anda yang jarang terkena sinar matahari. Krim pemutih berbahaya biasanya memberi hasil putih yang sangat putih seperti kertas HVS, pucat, bahkan keabu-abuan.

Hasil Sangat Cepat

Ladies, Anda justru harus waspada pada krim pemutih yang memberi hasil cepat. Jika kulit lebih putih dalam waktu hitungan hari atau minggu, itu adalah efek berbahaya merkuri atau hidrokuinon. Apalagi jika kulit tampak halus, bebas jerawat dan pori-pori mengecil. Awalnya memang bagus, tetapi lapisan kulit Anda akan rusak dan menimbulkan masalah kesehatan akut.

Ketergantungan

Jika pemakaian krim pemutih dihentikan, wajah akan tampak menggelap, sehingga muncul ketergantungan untuk terus memakai krim berbahaya tersebut. Semakin lama dipakai, racun semakin menumpuk dalam tubuh dan jaringan kulit pada akhirnya akan semakin rusak.

Itulah beberapa ciri krim pemutih berbahaya. Jangan mudah tergiur krim pemutih dengan hasil instan dan menakjubkan, apalagi ditambah embel-embel krim racikan dokter yang dijual bebas. Rajinlah mencari info seputar kosmetik berbahaya. 

Sayangi kecantikan Anda, dan yang lebih penting lagi, sayangi kesehatan Anda. Be smart, ladies!
Sumber : vemale.com

Tips Membeli Krim Pemutih Wajah Yang Aman

Wanita Indonesia masih menganggap kulit yang putih bersih sebagai simbol kecantikan. Kulit kuning langsat atau sawo matang khas Indonesia dianggap tidak menarik, sehingga kulit yang aslinya gelap berusaha diputihkan dengan krim-krim tertentu.

Ada krim yang bisa mencerahkan kulit dengan hasil yang aman, ada juga krim pemutih berbahaya. Jika salah pilih, bukan kulit putih bersih yang Anda dapat, tetapi kulit rusak dan membahayakan kesehatan. Agar Anda tidak salah beli, pastikan memilih krim pemutih yang aman.

Terdaftar di BPOM Indonesia

Kepada siapa kita mempercayakan kesehatan kulit? Tentunya pada lembaga yang sudah kompeten di bidangnya untuk memilah produk mana yang aman, mana yang tidak. Di Indonesia, badan ini adalah BPOM. Pastikan produk kosmetik Anda memiliki nomor BPOM.

Hati-hati, jangan langsung percaya dengan produk yang sudah menuliskan nomor dari BPOM. Ada penjual yang menipu pembeli dengan menuliskan nomor izin pada produknya, seolah-olah sudah terdaftar di BPOM, padahal belum. Cek krim pemutih Anda di website resmi BPOM. Jika mereknya tidak ada di web, kemungkinan nomor BPOM-nya palsu.

Beli di Counter Resmi

Cara terbaik membedakan krim pemutih aman dan krim pemutih berbahaya adalah adanya iklan di televisi dan mencari tahu latar belakang perusahaannya. Akan lebih baik Anda membeli produk krim pemutih di counter resmi, mengingat banyaknya kosmetik palsu yang dipasarkan di luar counter resminya.

Beli di Web Resmi

Makin banyak online shop menjual krim pemutih. Hati-hati dengan krim pemutih yang tidak jelas produsennya. Pastikan krim yang Anda pakai memiliki perusahaan yang sudah terdaftar resmi. Boleh saja membeli krim pemutih dari luar negeri, namun pastikan Anda membelinya di website resmi. Jika produk itu belum masuk ke Indonesia, pastikan sudah terdaftar di badan kesehatan negara tempat krim itu diproduksi.

Krim Dengan Bahan Alami

Banyaknya krim pemutih yang memakai bahan kimia bisa jadi pertimbangan untuk kembali memakai bahan alami. Banyak krim pemutih yang menggunakan bahan alami yang lebih aman. Namun jangan lupakan poin nomor 1, produk alami sekalipun harus terdaftar di BPOM.

Yang Mahal Belum Tentu Aman

Tidak semua krim berharga mahal aman dipakai. Ada penjual yang menaikkan harga krim pemutihnya agar terkesan mewah, meyakinkan dan tidak abal-abal, padahal tetap saja berbahaya dan abal-abal. Intinya jangan tergiur harga murah, waspada juga dengan produk yang harganya mahal. Jangan mudah percaya dengan iming-iming krim racikan dokter, karena dokter kulit tidak bisa sembarangan membuat krim tanpa melihat kondisi kulit pasiennya.

Semoga tips ini bisa membantu Anda memilih krim pemutih terbaik dan aman. Satu hal lagi, apapun warna kulit Anda, kecantikan sejati ada di dalam hati Anda. 
Sumber : vemale.com

Krim Pemutih Racikan Dokter Aman Tidak?

Makin banyak wanita yang ingin cantik, makin banyak kosmetik beredar. Kita semakin waspada dengan kosmetik palsu yang terbukti mengandung bahan berbahaya, sekarang Anda harus lebih waspada lagi. Kosmetik yang beredar tidak sekedar kosmetik ilegal atau palsu, tetapi juga kosmetik tidak bermerek yang menurut sang penjual adalah kosmetik racikan dokter. Biasanya, jenis kosmetik ini adalah krim pemutih.

Apakah krim pemutih racikan dokter aman?

Kembalikan lagi pada diri Anda, apakah krim itu memang Anda dapat dari dokter secara langsung dengan konsultasi dan pemeriksaan kulit terlebih dahulu, atau krim itu adalah krim yang dijual bebas dan 'katanya' yang menjual adalah 'racikan' dokter?

Jika krim yang Anda peroleh memang dari dokter yang sudah memiliki izin praktik, sudah melakukan pemeriksaan kulit dan konsultasi langsung dengan Anda, maka krim itu dapat dikatakan aman, karena diracik oleh dokter yang kompeten di bidangnya.

Waspada Jika..

Krim yang Anda pakai adalah krim yang dijual bebas dalam wadah jar tanpa merek, tanpa izin BPOM, dan yang menjual mengaku krim itu adalah racikan dokter, waspadalah. Karena Anda tidak pernah tahu bahan-bahan apa saja yang dipakai, kepada siapa Anda akan meminta pertanggungjawaban jika terjadi apa-apa dengan kulit dan kesehatan Anda. Penjual biasanya hanya dari mulut ke mulut atau online, sehingga mereka bisa kabur dengan mudah.

"Tapi hasilnya bagus lho, cepat terlihat, ini kan racikan dokter.."

Ladies, kosmetik yang memberi hasil cepat, misalnya kulit cepat putih dalam waktu hitungan minggu bahkan hari, justru itulah yang harus Anda waspadai. Terlebih lagi jika kulit tampak mulus, pori-pori mengecil dan terlihat tipis. Kulit butuh waktu untuk beradaptasi, bahkan krim kosmetik super mahal dan aman sekalipun, dengan harga jutaan rupiah, tidak akan memberi hasil instant yang cepat. Jadi jika hasil yang Anda dapat sangat cepat, waspadalah!

"Tapi krim racikan ini mahal.. yang palsu dan bahaya biasanya murah.."

Semakin pintar konsumen, produsen juga semakin pintar. Pola pikir 'kosmetik murah dengan hasil instant' adalah berbahaya membuat produsen menaikkan harga dagangannya. Dengan barang yang sama, misal krim A dengan harga Rp 50.000 dan krim B dengan harga Rp 250.000, wanita cenderung memilih krim B. Harga lebih mahal dianggap lebih aman, padahal isinya sama saja. Anda tidak pernah tahu bahan apa itu, siapa yang meraciknya, dengan cara yang bagaimana dia meraciknya. Sudah mahal, tidak jelas bahannya, berbahaya pula...

Tapi kulit saya tidak bermasalah atau alergi..."

Coba cek apa yang dikatakan Kepala BPOM RI, kosmetik berbahaya tidak memberi efek secara langsung. Kulit Anda mungkin terlihat makin bagus, tidak alergi, tidak kemerahan, tetapi pemakaian jangka panjang justru membahayakan kesehatan Anda, terutama organ dalam. Perlu waktu tahunan untuk melihat efek buruknya. Apakah Anda mau menunggu sakit dulu baru berhenti memakai kosmetik racikan dokter yang abal-abal?

Mari Pakai Logika!

Seorang dokter akan melakukan 'penelitian' pada pasiennya. Dia akan melihat bagaimana kondisi kulit Anda, dia akan menanyakan riwayat kesehatan Anda, baru kemudian meracik krim yang paling pas untuk Anda. Karena itu, kosmetik yang diracik dokter memang lebih mahal dibandingkan kosmetik yang beredar di pasaran. Dengan asumsi, dokter yang meracik adalah dokter yang sudah memiliki izin praktek.

Bagaimana dengan krim pemutih dalam jar yang katanya racikan dokter itu? Kami tidak yakin ada dokter yang bersedia meracik ratusan jar krim pemutih untuk dipakai banyak wanita tanpa konsultasi dan mengetahui riwayat kulit sang pasien. Apakah Anda tahu nama dokternya? Biasanya sang penjual hanya menyebut nama dokter dengan iming-iming banyak wanita yang cocok dengan krim racikannya. Pernahkah Anda mendatangi langsung sang dokter dan tahu di mana dia praktik? Jika tidak, lupakan saja, karena kemungkinan besar krim itu abal-abal yang diracik entah oleh siapa yang tidak bertanggung jawab.

Kami tidak mengatakan semua online shop yang menjual produk kecantikan itu tidak bertanggung jawab, karena ada kok online shop yang jujur dan menjual produk kosmetik aman, asli dan terpercaya. Tidak semua kosmetik murah itu berbahaya, banyak merek kosmetik asli Indonesia yang murah tetapi sudah terdaftar BPOM dan aman dipakai dari generasi ke generasi.

Yang pasti, sebagai konsumen, Anda yang harus cerdas dan teliti.

Sumber : vemale.com

Contoh Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri Berikut Bahayanya

Bisa dibayangkan bagaimana dampak kerusakan pada kulit wajah kalau terus-menerus menggunakan kosmetik berbahaya mengandung bahan merkuri.
Meski sudah diberantas, tetap saja kosmetik beredar, mengintai calon-calon korbannya.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar kombes Pol Martinus Sitompul memperlihatkan produk kosmetik berbahaya beserta tersangka pemiliknya di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (1/11) lalu.
Nah, bagaimana mendeteksi kosmetik mengandung bahan berbahaya merkuri? Berikut beberapa tips sederhana seperti dilansir topmodelskincare:
1.    Krimnya pada umumnya lengket
Beberapa produk ada yang mencampurkan merkuri dengan bedak dingin atau bedak jerawat, agar terlihat lebih encer.
2.    Krim pada umumnya kasar.
Bentuknya tidak menyatu dan kasar, bila didiamkan minyak akan terpisah dengan bagian padat
3.    Terasa panas dan gatal
Apabila diusapkan pada kulit lengan terasa panas dan gatal, sebagian lagi karena adanya campuran bedak dingin agak tidak berasa panas dan gatal
4.    Bau parfum menyengat
Sebagian menggunakan parfum menyengat agar tidak menyengat bau logam mercuri, karena pada umumnya bila kandungan mercury banyak bau logam menyengat.
5.    Warna mencolok
Warna umumnya sangat mencolok, karena tidak menggunakan bahan pewarna untuk kosmetik, umumnya menggunakan bahan pewarna tekstil warna kuning dan warna krim putihnya pearly (mengkilat seperti mutiara)
6.    Bikin iritasi kulit
Pada pemakaian awal meyebabkan Iritasi pada kulit dan kemerahan bila terkena sinar matahari
7.    Perubahan kulit
Kulit dapat berubah putih dalam waktu singkat (kurang 1 minggu, tergantung kadar kandungan merkuri, makin tinggi makin lebih cepat memberikan warna putih)
8.    Umumnya pucat
Warna Putih pada kulit tidak lazim, umumnya pucat
9.    Kerusakan kulit
Tidak timbul jerawat sama sekali, hal ini disebabkan lapisan kulit epidermis kita telah rusak
Ini disebabkan karena kulit sudah tidak mengandung protein & melanin yang berfungsi utk melindungi radiasi paparan matahar juga sdh tdk berfungsi, sehingga jasad renik ataupun kuman tidak akan menyukai kulit yang telah tercemar merkuri termasuk nyamuk sekalipun
10.    Pori-pori tampak mengecil & halus
Ini disebabkan lapisan kulit terluar wajah kita telah tipis & tergerus oleh logam merkuri, tampak sepintas terlihat mengecil & halus.
Untuk mengujinya anda bisa merasakan dengan mencobanya pada sinar matahari, kulit terasa terbakar, gatal disertai kemerahan, hal ini dikarenakan kulit wajah sdh tidak mendapat perlindungan dari melanin yang berfungsi melindungi wajah kita dari radiasi matahari. Pada produk yang benar, pemakaian siang hari selalu menggunakan pelindung SPF sehingga pada siang hari anda tidak akan merasakan rasa iritasi seperti terakar disertai rasa gatal.
11.    Abu-abu jadi kehitaman
Warna Putih pada kulit wajah lama-kelamaan akan berubah menjadi abu-abu lalu selanjutnya kehitaman
12.     Bintik-bintik hitam
Bila pemakaian dihentikan akan timbul bintik-bintik hitam di bawah kulit sebagian ataupun merata diwajah
13.    Rasa gatal
Bila anda telah tercemar merkuri & pemakaian dihentikan, akan timbul jerawat kecil-kecil disertai rasa gatal.

Sumber : tribunnews.com

Ribuan Kosmetik Impor Mengandung Merkuri dan Bahan Berbahaya

Wanita selalu ingin cantik, bahkan mempercayakan kesehatan kulit pada produk buatan luar negeri. Hal ini tidak salah, namun Anda harus waspada pada kosmetik impor yang mengandung zat berbahaya yang dapat merusak kulit.

Tidak selamanya kosmetik buatan luar negeri aman, dilansir oleh Antara News, Badan Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan ratusan produk kosmetik ilegal yang positif mengandung zat berbahaya, antara lain merkuri dan hidrokinon. Sebanyak 47.521 kosmetik diamankan. Dalam bulan Juni hingga Juli, ditemukan 698 jenis kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

Jumlah ini akan lebih besar lagi, mengingat mudahnya kita memesan kosmetik dari luar negeri melalui internet. Menurut Fanani Mahmud, kepala BPOM Pekanbaru, ribuan produk kosmetik ini berasal dari berbagai negara, antara lain China, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan India.

Bahan seperti merkuri dan hidrokinon dapat membuat kulit terbakar, menghitam dan akan tertumpuk dalam tubuh memicu kanker. Karena itu, selalu waspada saat membeli kosmetik, terutama yang berasal dari luar negeri. Gunakan kosmetik yang sudah terdaftar dalam BPOM Indonesia dan belilah di counter resmi kosmetik tersebut atau toko kosmetik terpercaya.

Sumber : vemale.com

Beberapa bahan beracun dalam produk kecantikan

Selain dicampur ke dalam makanan, ternyata bahan beracun juga mengontaminasi produk kecantikan. Anda pun sebaiknya waspada saat membeli kosmetik. Pastikan tidak ada 12 bahan beracun seperti yang dilansir dari Care2 ini dalam produk kecantikan yang Anda beli.
Benzoyl Peroxide
Biasanya terdapat dalam produk anti jerawat. Namun sifatnya mampu memicu pertumbuhan tumor karena merusak DNA manusia dan sel mamalia lainnya. Hanya dengan menghirupnya, efek racun bisa mempengaruhi mata, kulit, dan menimbulkan infeksi pernapasan.

DEA, MEA, dan TEA
DEA (Diethanolamine), MEA (Monotheanolamine), dan TEA (Triethanolamine) menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Mudah terserap oleh kulit dan terakumulasi dalam organ tubuh serta otak.

Dioxin
Tidak akan pernah dicantumkan dalam komposisi produk kecantikan. Dioxin mampu memicu kanker, menurunkan sistem imun, gangguan sistem saraf, keguguran, hingga bayi lahir cacat.

DMDM Hydantoin dan Urea (Imidazolidinyl)
Kedua senyawa beracun tersebut memicu pengeluaran formalin yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Misalnya nyeri sendi, kanker, reaksi kulit, alergi, depresi, sakit kepala, nyeri dada, infeksi telinga, lelah berlebihan, pusing, dan insomnia.

FD&C Color dan Pigment
Pewarna sintetis yang terbuat dari tar batu-bara, mengandung metal yang menimbun racun di dalam kulit. Akibatnya, kulit bisa infeksi dan iritasi. Jika dihirup, efeknya bisa menyebabkan kematian.

Paraben (Methyl, Butyl, Ethyl, Propyl)
Sering digunakan sebagai pengawet dan tidak selalu dicantumkan dalam produk kecantikan. Kebanyakan ditemukan dalam deodoran dan produk kulit. Diduga mampu menyebabkan kemandulan pada pria, ketidakseimbangan hormon wanita, pubertas dini, dan kanker payudara.

PEG (Polyethylene glycol)
PEG ditemukan pada hampir kebanyakan produk kecantikan, termasuk tabir surya dan perawatan bayi. Kandungan yang berlebihan menimbulkan banyak bahaya bagi kesehatan.

Phthalates
Biasanya tidak dicantumkan dalam produk kecantikan, namun banyak ditemukan dan menimbulkan kerusakan hati atau ginjal, bayi lahir cacar, penurunan sperma, dan pubertas dini.

Propylene Gylcol (PG) dan Butylene Glycol
Kontaminasi langsung terhadap kedua bahan beracun tersebut mampu menyebabkan kelainan pada otak, hati, dan ginjal. Karena begitu beracun, cara menyingkirkannya harus dengan cara dibungkus dan dipendam dalam tanah.

SLS (Sodium Lauryl Sulfate) dan SLES (Sodium Laureth Sulfate)
Biasanya ditemukan dalam produk pembersih mobil dan sabun pencuci lantai. Efek buruknya adalah merusak mata, depresi, sulit bernapas, diare, iritasi kulit, hingga kematian.

Kimia tabir surya
Beberapa bahan kimia tabir surya seperti avobenzone, benzphenone, ethoxycinnamate, dan PABA dikenal sebagai radikal bebas yang mampu merusak DNA dan memicu kanker.

Triclosan
Bahan anti bakteri sintetis yang tergolong sebagai pestisida. Bahayanya adalah merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia.

Itulah berbagai bahan beracun yang terdapat dalam produk kecantikan. Mari berbelanja pintar dengan menghindari kosmetik dengan bahan-bahan tersebut.
Sumber : merdeka.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites